Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap kabupaten/kota terus meningkatkan nilai evaluasi Kabupaten/kota Layak Anak (KLA). Untuk itu harus memperhatikan data yang diunggah agar benar-benar sempurna.
"Jika mengunggah dokumen berupa gambar, maka hendaknya gambar tersebut diberikan penjelasan secara benar," kata Asyraf saat Rakor Evaluasi KLA via Zoom, di Ruang Rapat DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (12/5/2026).
Lebih jauh Asyraf menjelaskan, jangan sampai penilaian mandiri tinggi. Namun setelah dilakukan evaluasi administrasi berdampak penurunan nilai yang cukup signifikan. Salah satu penyebab, jawaban penilaian mandiri tidak sesuai dengan pertanyaan.
Untuk menghindari terjadinya penurunan nilai saat evaluasi administrasi, menurut Asyraf, data dukung penilaian mandiri harus sesuai dengan pertanyaan. Pengisian kuisioner dilakukan secara cermat.
"Jangan terburu-buru mengisi kuesioner KLA. Persiapan harusnya dilakukan jauh hari, sebelum pelaksanaan evaluasi," ungkap Asyraf.
Waktu penginputan evaluasi mandiri dilakukan pada 18 Februari hingga 14 Mei 2026. Asyraf mengatakan, kabupaten/kota diharapkan dapat mengerahkan perangkat daerah yang tergabung dalam gugus tugas KLA, untuk berkolaborasi dengan baik.
"Pelaksanaan evaluasi KLA berdasarkan good governance. Pelaporan dengan pembuktian dapat dilakukan dengan bertanggung jawab," harap Asyraf.
Sementara Dr. H. Joko Triadhi, SE., M.Si Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan, dalam penilaian Kabupaten/kota Layak Anak harus saling koordinasi dan kerja sama.
"Bappeda sebagai koordinator dan ketua gugus tugas KLA dapat memfasilitasi dan mengkoordinir OPD dalam pelaksanaan hingga evaluasi KLA termasuk penganggarannya," tegasnya.
- 2 reads





